SALAH KAPRAH

Contek menyontek, itulah tradisi generasi Muda sekarang atau anak sekolah sekarang. Guru memeberikan Tugas Kepada anak didiknya.

Pada hari sabtu, 21 November 2009 SMK “PEMUDA”
Krian. Tepatnya di kelas X- MM2 saat jam pelajaran
ipa, disitulah kejadian tukar- menukar jawaban atau istilah
yang sering didengar adalah
contek menyontek .
“Tak bisa menyontek, tak bisa sukses !.” Ujar salah satu siswi dikelas itu , bahkan yang lebih parahnya itu juga akan dibuat sebagai
“Motto Hidup.” “belajarlah untuk mengerjakan
tugs sendiri – sendiri ,tidak bergantung pada krepekan!!.” Ungkap Eko Prasetyo(selaku guru bidang tersebut) sambil memandangi
para siswa yang sedang menyontek
semua itu dilakukan agar anak didiknya bisa menggali potensi
yang dimilikinya yang masih terpendam dan agar bisa mengetahui kekurangan-nya yang harus diperbaiki nilai mereka tidak jelek padahal yang terpenting adalah mengerti atau faham karena nilai itu tidak menjamin akan kecerdasan siswa. Namun banyak siswa yang salah kaprah bahwa yang penting nilainya bagus tidak perduli kalau sebenarnya kurang faham, bahkan tidak faham samah sekali. Meski sebagian yang menyontek tapi tidak semua siswa menyontek ada juga yang belajar dengan sungguh-sungguh sehingga saat ada ulangan dia dapat mengerjakan dengan baik. NN

Leave a comment »

Tepung membawa kesadaran

Tempat diadakannya up- grading jurnalistik angkatan ke-3 di SMK” PEMUDA”KRIAN pada hari sabtu, 7 november 2009 pukul 21.00 WIB di villa suryo trawas, Mojokerto. Dalam up- grading tersebut ada beberapa game yang sangat lucu dan unik, salah satunya game yang berasal dari tepung. Dan game tersebut dilaksanakan dihalaman depan villa suryo trawas, Mojokerto yang pada saat itu kami tempati.
Dalam game tersebut pembimbing jurnalistik (Emil Mukhtar) mengatakan bahwa game tersebut bukan hanya untuk bermain – main saja, tetapi didalam game tersebut membawa kesadaran kita tentang berartinya suatu amanah buat kita , dan amanah itu harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik, jangan sampai merusak amanah tersebut.
Saat game tersebut wajah peserta Up- Grading harus diberi tepung, bila tidak diberi tepung akan diberikan hukuman jongkok berdiri lima kali. dan setiap peserta harus bergaya pada saat difoto oleh salah satu instruktur jurnalis angkatan dua. Seperti Septi dan Tri Desy (peserta Up-Grading) dengan Septi bergaya seperti kucing garong sedangkan tri desy bergaya seperti monyet, sampai –sampai peserta Up- Grading lainya tertawa terbahak-bahak.
tan tiga ini bukan hanya untuk ber dari kegiatan tersebut peserta Up-Grading dapat mengerti arti dari sebuah amanah dari orang tua, sekolah ataupun orang lain yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik. YL

Leave a comment »

YEL-YEL SEMANGATKU…!!

Semangat akan tumbuh apabila diawali dengan sebuah nyanyian. Seperti halnya peserta upgrading yang masih di SMEDAKA tepatnya hari Sabtu (7/09) mereka diharapkan menciptakan sebuah nyanyian (yel-yel) untuk kelompoknya masing-masing.
Yel-yel tersebut bertujuan untuk menggugah semangat peserta upgrading sebelum di uji baik mental maupun fisik. Tidak hanya yel-yel yang diutamakan, tetapi harus disertai dengan gerakan agar yel-yel tersebut tampak lebih sempurna dan meriah
“Yang semangat donk, masa nyanyi nggak ada semangat sama sekali” ujar salah satu instruktur upgrading.
“Hey…ini kan yel-yel penyemangat, makanya kita juga harus semangat” Ujar salah satu peserta kepada kelompoknya.
Yel-yel bertujuan agar peserta upgrading lebih semangat dan lebih meriah sebelum diuji. HQ

Leave a comment »

IDHUL ADHA DI SEKOLAH

Hari Raya Idhul Adha tahun 1430 H / yang bertepatan pada tanggal 27 November 2009 M termasuk Hari Raya besar Islam oleh karena itu di SMK “PEMUDA” Krian turut memeriahkan dengan cara melaksanakan Sholat Idhul Adha bersama tepatnya dilapangan sekolah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 05.45-06.30 WIB oleh para dewan guru serta seluruh siswa baik dari SMK “PEMUDA” Krian maupun SMP “MUHAMMADIYAH 6“ Krian.
Dengan khusyuk mereka melaksanakan sholat Idhul Adha meski ada sedikit siswa putri yang tidak mengikuti sholat Id karena berhalangan.

Setelah pelaksanaan sholat Id selesai anggota jurnalis dan IPM ikut membantu merapikan koran yang telah digunakan untuk pelaksanaan sholat Id yang dilanjutkan dengan pemotongan daging qurban serta pembagiannya yang dibagi per-kelas 15 siswa dari kelas X sampai XII yang menerima daging qurban.

Dalam pemotongan daging banyak siswa yang tidak tahan dengan bau amis yang sang menyengat dihidung. Meski bau yang menyengat masih banyak siswa yang bergurau dengan temannya.
Saat pembagian daging hewan qurban banyak siswa yang mengantri dari pukul 12.30 – 13.30 WIB, antrian itu disebabkan banyak siswa yang tidak sabar untuk mengambilnya agar cepat pulang . “Aduuh lamanya , aku tidak pulang-pulang nih!.” Ujar salah satu siswa.
Dengan adanya kegiatan Idhul Adha di sekolah berdampak positif pada siswa yaitu siswa yang dirumah tidak pernah mengikuti sholat Id manjadi ikut sholat Id dan dampak negatifnya banyak siswa yang mengeluh Karena siswa yang mempunyai acara dengan keluarga misalnya berlibur ke rumah nenek atau sanak saudara menjadi tidak bisa ikut dikarenakan kegiatan tesebut wajib.
Meski demikian kegiatan itu bertujuan untuk ikut memeriahkan Hari Raya Idhul Adha serta berbagi kepada sesama. RI

Leave a comment »

BANGKITKAN SEMANGAT NASIONALISME DAN PATRIOTISME

Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa adalah sarana untuk membangkitkan semangat nasionalisme, yang dapat dilakukan dengan senantiasa memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan bernegara dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehendak bangsa untuk bersatu dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia merupakan sarat utama dalam mewujudkan nasionalisme nasional. Dengan demikian, tidak pada tempatnya untuk mempersoalkan perbedaan suku, agama, ras, budaya dan golongan.
Kehendak untuk bersatu sebagai suatu bangsa memiliki konsekuensi siap mengorbankan kepentingan pribadi demi menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya pengorbanan, mustahil persatuan dan kesatuan dapat terwujud. Malah sebaliknya akan dapat menimbulkan perpecahan. Inilah yang telah dibuktikan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Di samping itu, perlu dikembangkan semangat kebanggaan dan kebangsaan dalam tiap individu rakyat Indonesia.
Kebanggaan yang harus dikembangkan adalah kebanggaan yang dapat dirasakan oleh seluruh bangsa, sehingga kehendak untuk bersatu masih tetap berakar di dalam hati sanubari. Di sisi lain, semangat kebangsaan dalam suatu bangsa yang terbangun sejak jaman kemerdekaan lalu masih tetap relevan dengan dunia masa kini.
Bagi Indonesia, rumusan paham kebangsaan telah tercantum dengan jelas dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu membangun sebuah negara kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, membina persahabatan dalam pergaulan antar bangsa, menciptakan perdamaian dunia yang berlandaskan keadilan, serta menolak penjajahan dan segala bentuk eksploitasi, yang bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
(Crew Jurnalis)

Leave a comment »

Turut Memeriahkan Hari Pahlawan

Tidak hanya orang dewasa yang memeriahkan hari pahlawan dengan kegiatan-kegiatannya, di SMK “PEMUDA” Krian juga terdapat siwa-siswi yang turut memeriahkan hari pahlawan dengan mengadakan sebuah acara yakni membuat WEB BLOG bersama-sama, walaupun kecil-kecilan, tapi ini menunjukkan semangat juang siswa SMEDAKA.
Pembuatan web blog tersebut rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu (14/11), tepatnya pukul 11.00 WIB bertepatan di Laboratorium Multimedia. Berhubung yang mengikuti acara ini masih sedikit, acara ditunda menjadi hari Senin. Siswa yang ikut hanya kelas X yang belum mempunyai web blog, terutama jurusan akuntansi.
“Tujuannya agar siswa-siswi di SMK “PEMUDA” Krian dapat membuat dan mempunyai web blog sendiri dan isinya bertema kepahlawanan.” Ujar Lestari Panca kelas XI Mm 2 (ketua penyelenggara) saat diwawancarai oleh crew jurnalis. Demi perjuangan para pahlawan jangan sampai acara ini ditunda begitu saja.
Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk menyambut hari-hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, salah satunya dengan membuat web blog secara masal dengan tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan antara rekan.
Bukan hanya engan mengikuti acara pembuatan web blog saja, kita juga dapat membuat acara-acara yang berguna dan berharga untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta, serta mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan Indonesia.
(Crew Jurnalis)

Leave a comment »

Gerak Jalan 10 November

Gerak jalan tradisional Mojokerto-Suroboyo kembali akan digelar pada hari Sabtu (14/11). Gerak jalan perjuangan yang menempuh jarak sekitar 58Km ini nantinya hanya melombakan empat kategori, yakni beregu campuran umum, beregu campuran TNI/Polri, perorangan putri dan perorangan putra. Pendaftaran telah dibuka mulai 19 Oktober hingga 10 Nopember 2009.
Untuk beregu, panitia mensyaratkan uang pendaftaran Rp.25.000, sedang untuk perorangan dipatok Rp.10.000. “Uang itu untuk asuransi peserta bila terjadi apa-apa.” Ucap Kepala Dispora, Ali Sa’roni, Kamis (15/10).
Ia mengatakan, GJPM-S 2009 terbuka untuk semua lapisan masyarakat Jatim dan seluruh Indonesia. “Untuk tahun ini mungkin hanya Sumatra Barat saja yang tidak ikut, soalnya ada gempa. Kalau daerah lain di Indonesia sudah banyak yang memastikan untuk ikut.” Ujar Ali.
Sebagai persyaratan pokok, setiap peserta harus menyerahkan foto kopi KTP serta surat keterangan sehat dari dokter. “Selain itu peserta juga dilarang memakai kaos dengan simbol partai. Soalnya tahun kemarin hal itu terjadi.” Pinta Ali.
GJPM-S 2009 sendiri mengambil lokasi start di Alun-alun Kota Mojokerto dan finish di Tugu Pahlawan, Surabaya. Selain mengajikan gerak jalan, acara GJPM-S juga akan diikuti sekitar 2000 pengayuh sepeda tua.
(Crew Jurnalis)

Leave a comment »